74 Warga Negara Indonesia Donorkan Darah di Beijing


Beijing, Hari Sabtu (23/3) Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok cabang Beijing (Permit Beijing) menyelenggarakan acara “Share Blood Share Life” atau lebih mudah disebut Donor Darah di Aula Serbaguna Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Donor darah diadakan secara serentak di 10 Kota Besar di Tiongkok yang diorganisir oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok, Beijing merupakan salah satu dari kota tersebut. 74 warga negara Indonesia mendonorkan darahnya dalam acara ini.

Acara dimulai pukul 10.00 pagi yang dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Bapak Djauhari Oratmangun. Pembukaan acara terpusat di Beijing yang diikuti oleh 10 Kota lainnya menggunakan fitur video callzoom. 10 Kota tersebut terdiri dari Beijing, Guangzhou, Nanchang, Nanning, Xiamen, Changsha, Liuzhou, Nanjing, Wuxi, dan Zhengzhou. Dalam pidatonya Pak Djauhari menekankan bahwa “Mendonorkan darah adalah bagian dari berbagi kepada sesama yang merupakan kebudayaan Indonesia”.

Sejak acara dimulai warga negara Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dan pegawai KBRi terlihat telah memadati gedung dan sangat antusias untuk mengikuti acara ini. Alur donor darah dimulai dengan mengisi formulir, test tekanan darah, test darah, kemudian jika lolos baru akan diambil darahnya sebanyak 200 ml. Meskipun petugas donor darah dari Palang Merah Beijing tidak bisa Bahasa Inggris, terdapat Panitia yang bertidak sebagai penerjemah untuk membantu kelancaran donor darah. Setelah selesai mendonorkan darah, peserta diberi kenangan-kenangan berupa mug, kartu subway yang berisi 90 yuan, makan siang, dan makanan kecil lainnya. Acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi warga negera Indonesia di Beijing, terlihat setelah acara warga masih berbincang-bincang satu sama lain.

Alfaifa dari Permit Beijing, selaku ketua Panitia acara ini mengaku sangat senang karena disambut antusias oleh warga Indonesia di Beijing. “Tujuan dari acara ini berbagi kasih dan peduli terhadap sesama dengan cara mendonasikan darah, orang-orang Indonesia memang mempunyai budi luhur antar sesama, bahkan beberapa dari Panitia ikut mendonorkan darahnya disela-sela sibuk mengurusi acara” tutur Alfa. Mareeka selaku salah satu Panitia yang ikut mendonorkan darah mengatakan sangat senang karena untuk pertama kali dapat mendonorkan darahnya, dan bangga bisa melawan rasa takut untuk menolong sesama manusia, “Saya berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda rutin Permit setiap tahunnya” tambah Mareeka diakhir wawancaranya. (tti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *