[Lifestyle] Sosmed-an Sehat & Tanpa Masalah


Sosial media (sosmed) sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja sekarang ini. Fungsi akun-akun sosmed inipun sudah beraneka ragam, dari hanya kebutuhan bergaul, ada pula yang mencari penghasilan seperti berjualan, mencari teman, atau bahkan sekedar ikut-ikutan saja.

Walaupun banyak keuntungan yang didapat dari sosmed, tetapi kerugian yang didapat juga tidak sedikit, seperti penipuan, pertengkaran hingga berurusan dengan kepolisian.

Bagai dua sisi mata uang, ber-socmed sudah pasti memiliki sisi positif dan negatifnya. Dan tidak seharusnya hal-hal yang negatif itu menemani kita dalam ber-sosmed. Tidak seharusnya ber-sosmed malah menjadi masalah untuk kita.

 

Nah untuk menghindari berbagai masalah dari sosmed tersebut, yuk kita baca bersama-sama artikel dibawah ini:

  1. Tentukan Tujuan

 

Pertama, kita wajib mengenali kebutuhan kita menggunakan media sosial. Menurut Doug Firebaugh, ada tujuh kebutuhan psikis yang kita cari di situ: pengakuan, perhatian, persetujuan, penghargaan, jaminan, sambutan, dan inklusi. Jadi, ketahui dulu apa sebenarnya tujuan kita memakai media sosial.

 

  1. Jadi Diri Sendiri

 

Setelah mengenali tujuan dan kebutuhan kita, baru deh kita coba capai itu dengan menjadi diri kita apa adanya. Tapi… jangan sampai kita mengubah kepribadian kita hanya untuk mendapat popularitas semata. Yang terpenting adalah jadi diri sendiri, kalau kita merasa terpaksa berarti itu mungkin bukan kebutuhan media sosial kita yang sesungguhnya.

 

  1. Tanya Diri Kita

 

Nah, sebelum posting ke media sosial entah itu Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan sebagainya, kita wajib bertanya pada diri sendiri dulu. Apakah posting-an tersebut benar? Apakah ini hal yang baik? Terkadang kita saja update atau unggah sesuatu tanpa mempertimbangkan bagaimana posting itu akan mempengaruhi pengguna media sosial yang lain.

 

  1. Random Posting

 

Tidak ada salahnya kalau kita sesekali bikin random postings entah itu meme, foto, status yang bisa bikin pengguna lain tersenyum. Bersikaplah ramah di media sosial. Karena media sosial bukanlah tempat kita buat curhat seorang diri. Berusahalah bersifat komunikatif dan interaktif terhadap pengguna lainnya.

 

  1. Aktif, Bukan Reaktif

 

Jadi pengguna media sosial yang aktif bukan berarti harus update setiap saat. Tapi, kita bisa memilah dan mengontrol diri. Saat kapan kita harus update lokasi, saat kapan kita nulis status, dan sebagainya.

 

  1. Cek Dan Ricek

 

Media sosial menjadi media yang enggak cuma untuk status updates aja tapi juga menyebarkan informasi seperti berita dan lain-lain. Nah, di sini kita belajar untuk cek dan ricek sama hal-hal yang berbau berita dan artikel. Karena banyak orang itu scanning berita online, nah, sebelum menyebarluaskan lebih lanjut ke socmed atau ngasih komentar atas berita itu, lebih baik kita cari tahu info yang lebih jelas dan terpercaya.

 

  1. Tunda Update

 

Supaya kita bisa menikmati setiap momen seru dalam hidup kita, enggak ada salahnya buat menunda update status atau sharing foto-foto liburan kita. Nikmati aja dulu momen yang lagi kita jalani, nah, kalau ada waktu lowong buat main-main socmed, baru deh kita unggah dan update.

 

  1. Sesekali Lepas Gadget

 

Katakan tidak pada generasi menunduk alias generasi yang enggak bisa lepas dari gadget. Percaya tidak percaya, sosial media bisa jadi bahan candu dan hanya dari kita sendirilah yang dapat mengatasinya. Lebih baik ketinggalan update tertentu di socmed, daripada tidak dapat bersosialisasi dalam kehidupan nyata kita sendiri.

 

Itulah panduan ber-sosmed tanpa masalah. Sebetulnya tidak ada aturan yang baku dalam ber-socmed, selama kita bisa menjaga attitude dan emosi dengan baik, sosmed tetap menjadi sarana yang menyenangkan untuk bersosialisasi. Bukankah di dunia nyata pun seperti itu?

 

 

 

Source : Kaskus, dengan sedikit pengubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *