Mengenalkan Beijing, Permit Adakan “Are You Ready for Bejing” di Jakarta


Jakarta, Hari Minggu (9/2) Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok cabang Beijing (Permit Beijing) menyelenggarakan acara “Are You Ready for Beijing”. Bertempat di Concreate co-Working Space, acara tersebut dihadiri oleh murid-murid serta orang tua yang tertarik untuk melanjutkan studi di Beijing. Acara tersebut berlangsung selama 3 jam pada sore hari yang diisi dengan overview Beijing dan info beasiswa yang bisa didapatkan.

Acara tersebut dimulai pukul 13:30 WIB saat kursi peserta telah dipadati oleh kurang lebih 25 peserta yang terdiri dari siswa-siswa yang ingin melanjutkan studi di Tiongkok khususnya di Beijing. Terlihat pula beberapa orang tua yang ikut mendampingi siswa-siswa tersebut. Acara dibuka dengan penjelasan Beijing secara umum seperti kehidupan mahasiswa secara general, universitas apa saja yang ada di Beijing, juga organisasi-organisasi mahasiswa Indonesia yang ada di Bejing.

Terdapat beberapa narasumber yang hadir dalam acara tersebut. Diantaranya alumni Communication University of China (CUC) yaitu Jeanneate yang pada saat ini telah bekerja disalah satu stasiun televisi swasta di Indonesia dan Suhati yang juga merupakan alumni dari Beijing. Selanjutnya, dari perwakilan Permit Beijing sendiri ada Ramdhan yang sedang menempuh pendidikan Master di Beijing dan Teguh yang merupakan alumni dari Beijing Institute Technology (BIT).

Peserta memberikan ketertarikan khusus pada topik beasiswa apa saja yang bisa didapat jika ingin melanjutkan studi di Beijing. Saat itu, perwakilan dari Permit Beijing, Ramdhan menjelaskan mengenai mekanisme beasiswa yang sedang dibuka saat ini. Beasiswa yang dibahas pada saat itu adalah Beasiswa Chinese Government Scholarship (CGS). Ada beberapa jalur, yaitu Jalur Embassy atau Jalur Universitas. Jika mendaftar lewat jalur embassy maka, embassy Tiongkok yang ada di Indonesia akan melakukan seleksi, jika lolos maka berkas akan diteruskan kepada universitas. Sebaliknya jika mendaftar lewat universitas, maka universitas yang akan meneruskan kepada embassy Tiongkok. Beasiswa CGS meliputi tuition fee, dormitory, serta biaya asuransi kesehatan. Ada pula living cost yang diberikan berdasarkan tingkat pendidikan 2500 yuan untuk S1, 3000 untuk S2, dan 3500 untuk S3. Beasiswa ini tidak menanggung biaya perjalanan dari Indonesia ke Tiongkok.

Dari acara ini Audrey selaku ketua panitia berharap dapat membagiakan informasi yang penting kepada calon-calon murid yang akan belajar di Beijing dan para murid serta orang tua dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari Beijing. (tti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *